Blog

Selamat Datang Di Blog ku [priobudiutomo705@yahoo.com]

Jumat, 04 Mei 2012

Praktikum Mikrobiologi - pemeriksaan darah




















TEORI UMUM
 
Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari kehidupan makhluk yang bersifat mikroskopik yang disebut mikroorganisme atau jasad renik, yaitu makhluk yang mempunyai ukuran sel sangat kecil dimana setiap selnya hanya dapat dilihat dengan pertolongan mikroskop.
 
Pemeriksaan darah lengkap adalah suatu tes darah untuk mengetahui sel darah. Terdapat beberapa tujuan dari pemeriksaan darah lengkap, di antaranya adalah sebagai pemeriksaaan penyaring untuk menunjang diagnosa, untuk melihat bagaimana respon tubuh terhadap suatu penyakit dan untuk melihat kemajuan atau respon terapi maupun jenis darah itu sendiri.

Yang diperiksa adalah beberapa komponen darah yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keeping darah). Yang umum tercatat adalah kadar hemoglobin, jumlah trombosit, jumlah leukosit, dan hematokrit (perbandingan  antara sel darah merah dan jumlah plasma darah.). Kadang juga dicantumkan LED (Laju Endap Darah) dan hitung jenis leukosit.
Hasil pemeriksaan darah yang normal adalah (hasil ini bervariasi, tergantung di laboratorium mana kita periksa) :
  1. Kadar Hb : 12-14 (wanita), 13-16 (pria) g/dl
  2. Jumlah leukosit : 5000 – 10.000 /µl
  3. Jumlah trombosit : 150.000 – 400.000 /µl
  4. Hematokrit : 35 – 45 %
  5. LED : 0 – 10 mm/jam (pria), 0 – 20 mm/jam (wanita)

Berikut ini adalah tata cara pemeriksaan darah. Mulai dari pemeriksaan golongan darah, yang digunakan untuk menentukan jenis dari darah pada seseorang. Kemudian dilanjutkan pengambilan sample darah, yang bertujuan untuk mengetahui adakah kelainan atau penyakit yang ada. selanjutnya yaitu pembuatan sediaan yang digunakan sebagai identifikasi dari sample.


TATA CARA PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH


1.Tujuan
Ø  Untuk mengetahui golongan darah pasien.

2. Persiapan Pasien
Ø  Menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan.
Ø  Membuat pasien lebih rileks.

3. Alat yang diperlukan
Ø  Objek glass
Ø  Blood lancet
Ø  Kapas
Ø  Lidi
Ø  Alkohol

4. Reagen
    Satu set antigen sera yang berisi:
Ø  Serum antigen A
Ø  Serum antigen B
Ø  Serum antigen AB
Ø  Antigen RH factor

5. Cara pemeriksaan/ prosedur
Ø  Disiapkan alat dan bahan; yang terdiri dari dua objek glass, blood lanset dan kapas yang telah diberi alkohol.
Ø  Usahakan pasien dalam keadaan rileks
Ø  Ujung jari diusap memakai kapas yg telah diberi alkohol terlebih dahulu.
Ø  Lakukan punsit kapiler dengan menggunakan blood lancet.
Ø  Darah yang keluar pertama kali dihapus dengan memakai kapas, kemudian darah yang kedua diambil/ diteteskan pada objek glass.
Ø  Tetesan darah dibagi dua.
Ø  Kemudian darah diberi tetesan serum antigen A dan serum antigen B.
Ø  Lalu diaduk dengan memakai lidi, satu lidi untuk sati campuran.
Ø  Goyangkan objek glass dengan membuat gerakan melingkar selama 4 menit.
Ø  Lalu liat bagian mana yang ada aglutinasinya.
Ø  Pelaporan:
·         Antigen A aglutinasi positif.
·         Antigen B aglutinasi negatif golongan darah A.
·         Antigen A dan B aglutinasi positif golongan darah AB
·         Antigen A aglutinasi negatif
·         Antigen B aglutinasi positif golongan darah B.
·         Antigen A dan B aglutinasi negatif golongan darah O.
·         Antigen RH factor aglutinasi positif RH+
·         Antigen RH factor aglutinasi negatif RH-

6. Hasil akhir
Ø  Tulis nama orang yang telah di lakukan pengambilan darah.
Ø  Tulis jenis darah yang telah di lakukan tes pemeriksaan darah.


PROSEDUR PENGAMBILAN SAMPEL DARAH

1.Tujuan
Ø  Untuk mendapatkan sampel darah vena maupun kapiler.

2. Alat
Ø  Spuit disposible 10 ml.
Ø  Torniquet (alat ikat pembendungan)
Ø  Blood lancet
Ø  Sentrifuge (pemusing untuk memisahkan serum)
Ø  Kotak pendingin untuk membawa darah dan serum.

3. Bahan
Ø  Darah kapiler dan vena
Ø  Alkohol 70%
Ø  Kapas
Ø  Air bebas ion dan larutan HNO3.

4. Prosedur pengambilan darah vena
Ø  Bersihkan kulit diatas lokasi tusuk dengan alokohol 70% dan biarkan sampai kering.
Ø  Lokasi penusukan harus bebas dari luka dan bekas luka/sikatrik.
Ø  Darah diambil dari vena mediana cubiti pada lipat siku.
Ø  Pasang ikatan pembendungan (Torniquet) pada lengan atas dan responden
diminta
Ø  untuk mengepal dan membuka telapak tangan berulang kali agar vena jelas
terlihat.
Ø  Melakukan pungsit vena (menusuk vena) dengan kemiringan 45º.
Ø  Darah yang keluar pada jarum melakukan penghisapan sesuai dengan kebutuhan.

5. Hasil akhir
Ø  Tulis nama orang yang telah di lakukan pengambilan darah.
Ø  Telah dilakukan pengambilan darah pada pembuluh vena dalam pelaksanaan pengambilan sample darah.




PEMBUATAN SEDIAAN

1.Tujuan
Ø  Untuk membuat sediaan yang berfungsi sebagai identifikasi sampel.

2. Alat
Ø  Objek glass
Ø  Oso bulat
Ø  Spirtus
Ø  Blood lancet
Ø  Kapas
Ø  Alkohol
Ø  mikroskop

3. Bahan
Ø  Sampel darah kapiler

4. Prosedur pelaksanaan
Ø  Sampel darah yang dihasilkan dari proses pengambilan sampel darah kapiler diteteskan pada objek glass pada posisi dipinggir objek glass.
Ø  Dilakukan penggeseran pada sampel darah
Ø  Setelah darah dibuat hapusan kemudian dikeringkan lalu dilakukan pewarnaan kuman dan dilihat dimikroskop setelah proses selesai maka hasil dari sediaan tersebut dituangkan kedalam tulisan sebagai laporan praktikum.

5. Hasil akhir
Ø  Praktikum pembuatan sediaan telah dilakukan dengan menggunakan sampel darah kapiler, untuk hasil pewarnaan dan identifikasi melalui mikroskop yang telah dilaksanakan.

SSemoga bermanfaat dan bisa digunakan dalam pembelajaran sebagai praktek mikrobiologi.